Mental Health
Mental health
Assalamu’alaikum Wr. Wb., Salam Sejahtra bagi kita semua, Shalom, Om Swastyastu, Namo buddhaya, Salam Kebajikan.
Halo semuanya! balik lagi sama aku Yohanes nih. Gimana nih kabar kalian sekarang, sehat-sehat aja kan? Semoga semuanya tetap sehat dan bahagia selalu yaa.
Jadi pada kali ini, aku mau ngebahas hal lain lagi nih, yaitu mengenai pentingnya mental health, khususnya pada generasi kita sekarang ini, yaitu generasi Z. Nah, kenapa aku bilang mental health itu penting? karena kondisi psikologis atau kesehatan mental anak-anak muda di zaman kita sekarang ini sangat rentan dan juga mudah tersinggung sehingga menyebabkan depresi bahkan bisa menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan seperti bunuh diri. Menurut penelitian America Phsychological association (APA) tahun 2018 berjudul “Stress in America : Generation Z”, anak muda yang berusia sekitar 15 sampai 21 tahun merupakan kelompok manusia yang memiliki kondisi kesehatan mental yang sangat rentan atau terburuk dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya.
Selain itu juga sebuah survey menurut The Rideout, Foehr, and Roberts (2010) tentang penggunaan media sosial kepada 2.000 orang narasumber dengan usia sekitar 8 sampai 18 tahun, melaporkan bahwa pengunaan media sosial oleh para kalangan muda menghabiskan waktu sekitar 8 jam perharinya. Hal ini bukanlah sesuatu yang mengagetkan karena yang kita tahu sendiri bahwa para generasi Z sudah terbiasa menggunakan gawai untuk menghibur diri mereka dibanding berinteraksi langsung dengan teman atau tetangga.
Nah, jadi, bisa dibilang bahwa generasi Z memang sangat akrab dengan teknologi. Namun, "keakraban" tersebut seperti bumerang untuk mereka sendiri. Karena disatu sisi generasi kita ini menjadi generasi yang paling paham mengenai teknologi sekarang ini, namun disisi lain dapat berakibat buruk jika candu dengan teknologi, khususnya media sosial dan juga game. Nah apa akibat buruknya? banyak kecenderungan generasi Z untuk melarikan diri dari sebuah kenyataan dengan bersosial media dan bermain games untuk mengisi waktu maupun kekosongan emosional. Padahal ini merupakan kebiasan buruk yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mereka dan juga dapat membuat kondisi kesehatan mental mereka menjadi lebih buruk. Seperti, banyak bermain video games dapat menyebabkan ketidakmampuan tubuh untuk mengatur rasa frustasi, takut, kegelisahan, dan dapat menganggu pembelajaran di sekolah yang dapat menimbulkan penurunan nilai di sekolah dan bahkan dapat berdampak pada ketidakmampuan pikiran untuk menyelesaikan suatu masalah dalam perkerjaan, percintaan, maupun keluarga.
Ya memang, aku akui bahwa kehidupan di dunia virtual sangatlah mengasyikan, disana kita bisa bebas mau ngapain aja bahkan tanpa ada batasan dari orang lain ttg apa yang harus kita lakukan, untuk dapat mengalihkan sejenak permasalahan kita yang ada di dunia nyata maupun hanya untuk mencari hiburan di tengah padatnya aktifitas, bahkan bisa membuat kita lupa dengan kenyataan. Tapi perlu diingat, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan tubuh maupun kesehatan mental kita. Oleh karena itu kita harus bisa mengatur waktu kita dan mengontrol diri kita, dan juga agar kita lebih berinteraksi dengan orang lain. Jikalau tidak, dapat berdampak fatal bagi kehidupan sosial kita generasi Z ini. Dan Oleh sebab itulah kita harus bisa untuk menjaga kesehatan mental kita dan sebisa mungkin menghindari gangguan mental health. Dan disini aku akan memberikan tips mengenai cara menghindari gangguan Mental Health.
- Sebisa mungkin tetap melakukan/memiliki aktivitas fisik.
- Menyibukkan diri dengan hobi
- Mempunyai pikiran yang positif.
- Memperbanyak membantu orang lain.
- Sebisa mungkin bercerita terhadap orang yang dapat dipercaya apabila mempunyai masalah.
- Mencari bantuan profesional jika diperlukan.
- Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
- Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.
- Tidak terpaku dengan gadget.
Dan jikalau, kita sudah terlanjur mengalami gangguan mental health itu sendiri, berikut merupakan tips untuk mengobati gangguan mental health.
- Psikoterapi. Terapi jenis ini merupakan terapi bicara untuk memberikan media yang aman dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Psikoterapis dapat memberikan bantuan dengan membimbing Anda bagaimana cara mengontrol perasaan. Psikoterapi beserta perawatan menggunakan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit jiwa
- Obat. Terapi obat biasanya melibatkan obat-obatan yang dapat mengubah kimia otak di otak. Obat tersebut termasuk selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRIs), dan antidepresan trisiklik. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan psikoterapi untuk hasil pengobatan yang lebih efektif.
- Rawat inap. Jika Anda berkomitmen untuk sembuh dari penyakit mental, Anda mungkin memerlukan pemantauan ketat terhadap gejala-gejala penyakit.
- Support group. Penderita penyakit mental yang sama atau yang sudah berpengalaman dengan penyakit mental dapat berkumpul untuk berbagi pengalaman dan membimbing satu sama lain menuju pemulihan.
- Obat pelengkap dan alternatif. Pengobatan pelengkap dan alternatif mengacu pada pengobatan dan praktik-praktik yang biasanya tidak terkait dengan perawatan standar. Pengobatan ini melibatkan obat atau suplemen herbal, akupunktur maupun meditasi untuk meningkatkan suasana hati.
- Rencana bagi diri sendiri. Gaya hidup dan kebiasaan dapat diatur untuk melawan penyakit mental. Anda dapat menyusun rencana perawatan diri Anda sendiri untuk memantau kesehatan, proses pemulihan, pemicu atau tanda-tanda peringatan penyakit.
Selain dengan cara diatas, menurut aku pribadi ada juga kok cara lain untuk mengatasi gangguan mental health. Yaitu dengan adanya kehadiran orang yang mau/siap mendengerkan kita, yang bisa mengerti kita, yang mau memberikan kita perhatian, dan juga dapat membuat kita nyaman. Karena, seperti yang kita tahu generasi Z jadi memiliki gangguan mental health dan lebih terpaku ke gadget, dikarenakan gadget yang menurut mereka lebih asik, dan kurangnya awareness dari orang lain untuk lebih peduli terhadap mereka yang seperti ini. Jadi dengan adanya orang lain yang mau membantu, biasanya yang terkena mental health ini juga akan memberikan respon baik dan dapat mengobati diri mereka.
Oke jadi cukup sekian dari aku mengenai pentingnya mental health bagi generasi Z dan juga cara untuk mencegah serta mengatasinya, apabila ada salah kata mohon dimaafkan, dan Jangan lupa untuk Like, Komentar, dan Share ya. Terima Kasih, semoga bermanfaat.
Comments
Post a Comment